Dapatkan contoh source code project backend, frontend, atau fullstack untuk kamu amati, tiru, dan modifikasi sesuka hati. Klik untuk melihat detail!
Artikel ini merupakan bagian dari seri Belajar Golang Dari Dasar

Function as Value

Di golang, function juga merupakan sebuah tipe data dan bisa dianggap sebagai nilai. Sehingga kita dapat menyimpan function ke dalam sebuah variabel. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh code berikut.

package main

import "fmt"

func sayHiTo(name string) string {
	return "Hi, " + name
}

func main() {
	hi := sayHiTo

	result := hi("Rizky")

	fmt.Println(result)
}

output:

Hi, Rizky

Pada contoh di atas, kita membuat sebuah function dengan nama sayHiTo yang memiliki satu buah parameter string yaitu name. Karena function merupakan sebuah tipe data yang artinya function adalah value atau nilai, sehingga dalam function main kita menyimpan function sayHiTo ke dalam variabel bernama hi. Variabel ini kemudian dapat kita panggil seperti kita memanggil function seperti biasa.

Apa Manfaatnya?

Berdasarkan contoh yang kita buat sebenarnya penggunaan function sebagai value ini tidak terlihat memiliki manfaat apapun ya, malah terkesan memperpanjang kode kita.

Function as value ini dapat kita gunakan ketika kita membuat sebuah function yang membutuhkan function lain sebagai parameternya, atau function yang mengembalikan function lain.

Pada materi berikutnya akan kita bahas bagaimana menggunakan function sebagai parameter.

#25: Function as Parameter

Bagikan:

Ingin Berdiskusi?

Yuk bergabung di Grup Telegram Ruang Developer atau mulai diskusi melalui GitHub. See You!

Dapatkan contoh source code project backend, frontend, atau fullstack untuk kamu amati, tiru, dan modifikasi sesuka hati. Klik untuk melihat detail!
comments powered by Disqus

Berlangganan Gratis

Kamu akan menerima email update dari Ruang Developer

Beri Dukungan

Beri dukungan, dapatkan full source code project web untuk bahan referensi, tiru, dan modifikasi.
Lightbox