Halo halo halo…!!!, selamat datang kembali di Ruang Developer Blog. Postingan ini akan membahas tentang Natural Language Processing. Apakah kamu pernah mendengarnya? Apa itu Natural Language Processing? Apa fungsinya? Yuk kita bahas.

Natural Language Processing (NLP)

Natural Language Processing (NLP) adalah bidang ilmu yang mengejar pemahaman dan generasi bahasa alami manusia. Ini meliputi analisis teks, pemahaman konteks, dan pengenalan inten dari bahasa yang ditulis atau diucapkan. NLP digunakan dalam aplikasi seperti mesin penerjemah, asisten virtual, dan analisis sentimen.

Natural Language Processing (NLP) adalah bidang yang berhubungan dengan Artificial Intelligence (AI) karena melibatkan pemrosesan bahasa alami manusia dan menggunakan metode yang sama seperti yang digunakan dalam AI, seperti pembelajaran mesin dan analisis data. NLP sangat penting dalam aplikasi AI seperti chatbot dan asisten virtual karena memungkinkan perangkat untuk memahami dan merespon bahasa yang digunakan oleh pengguna.

Cara Kerja NLP

Natural Language Processing (NLP) bekerja dengan melakukan serangkaian tugas yang berhubungan dengan pemahaman bahasa alami manusia. Beberapa tugas yang umum dilakukan dalam NLP termasuk:

  1. Pra-pemrosesan: Menyiapkan teks untuk pemrosesan dengan mengubahnya menjadi format yang dapat diproses oleh mesin. Tugas ini meliputi tokenisasi, stemming, dan stop word removal.
  2. Analisis Tingkat Morfologi: Menganalisis struktur kata dalam teks, seperti tata bahasa, tenses, dan part of speech tagging.
  3. Analisis Tingkat Sintaks: Menganalisis struktur frasa dan kalimat dalam teks, seperti parsing dan dependency parsing.
  4. Analisis Tingkat Semantik: Menganalisis makna dari teks, seperti named entity recognition dan coreference resolution.
  5. Generasi Tekstual: Membuat teks baru yang sesuai dengan input yang diberikan.

NLP menggunakan teknik yang berbeda-beda seperti rule-based, statistik, dan pembelajaran mesin. Beberapa aplikasi NLP menggabungkan beberapa teknik untuk meningkatkan performansi.

Contoh NLP

Salah satu contoh sederhana dari Natural Language Processing (NLP) adalah sentiment analysis, yaitu menentukan apakah suatu teks (misalnya, tweet) berisi perasaan positif atau negatif. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pembelajaran mesin, di mana model dibangun dengan data latih yang berisi teks dan label perasaan (positif atau negatif). Kemudian, model ini digunakan untuk mengklasifikasikan teks baru.

Contoh lain adalah Named Entity Recognition (NER) yaitu mengidentifikasi dan menandai entitas nama dalam teks, seperti nama orang, organisasi, dan lokasi. Ini dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang entitas dalam teks dan membuat hubungan antara entitas yang berbeda.

Misal kita punya kalimat “Barack Obama adalah presiden Amerika Serikat pada tahun 2009-2017” NER akan mengidentifikasi “Barack Obama” sebagai entitas orang dan “Amerika Serikat” sebagai entitas negara.

Lebih teknis…

Contoh sederhana dari sentiment analysis menggunakan Python dan library nltk (Natural Language Toolkit) adalah sebagai berikut:

import nltk
from nltk.sentiment import SentimentIntensityAnalyzer

nltk.download('vader_lexicon')
sia = SentimentIntensityAnalyzer()

text = "I love this movie, it's so good!"
score = sia.polarity_scores(text)

if score['compound'] > 0:
    print("Positive sentiment")
else:
    print("Negative sentiment")

Ini menggunakan SentimentIntensityAnalyzer dari nltk.sentiment untuk menentukan perasaan dari teks yang diberikan. polarity_scores akan menghasilkan skor perasaan yang dinyatakan dalam bentuk dictionary, di mana compound adalah skor gabungan yang berada dalam rentang -1 sampai 1, dengan -1 menunjukkan perasaan negatif, 0 menunjukkan perasaan netral, dan 1 menunjukkan perasaan positif.

Sedangkan contoh dari NER menggunakan library spacy:

import spacy

nlp = spacy.load("en_core_web_sm")
text = "Barack Obama adalah presiden Amerika Serikat pada tahun 2009-2017"
doc = nlp(text)

for ent in doc.ents:
    print(ent.text, ent.label_)

Di sini, kita menggunakan model bahasa Inggris yang disediakan oleh spacy dan mengaplikasikan pada teks yang diberikan, lalu melakukan iterasi pada setiap entitas yang diidentifikasi dan mencetak teks entitas dan label entitas yang sesuai.

Peranan

Natural Language Processing (NLP) memegang peranan penting dalam perkembangan robot, khususnya dalam bidang robotika komunikasi. NLP memungkinkan robot untuk memahami dan merespon bahasa alami manusia, yang merupakan komponen penting dalam interaksi manusia-robot.

Beberapa contoh aplikasi NLP dalam robotika termasuk:

  • Chatbot: NLP digunakan untuk memahami perintah dan pertanyaan yang diberikan oleh pengguna melalui teks atau suara, dan merespon dengan cara yang sesuai.
  • Asisten Pribadi: NLP digunakan untuk memahami inten dan konteks dari perintah yang diberikan oleh pengguna, dan melakukan tugas yang sesuai seperti menjadwalkan pertemuan atau mencari informasi.
  • Robot Pendamping: NLP digunakan untuk memahami perintah yang diberikan oleh pengguna, dan melakukan tugas seperti mengikuti perintah navigasi dan menjawab pertanyaan.
  • Robot Penjual: NLP digunakan untuk memahami inten pembeli dan menawarkan produk yang sesuai.

NLP juga digunakan dalam robotika untuk mengoptimalkan kinerja robot melalui proses pembelajaran. Robot dapat mengambil pelajaran dari interaksi dengan manusia dan menyesuaikan perilakunya sebagai respons.

Secara keseluruhan, NLP memungkinkan robot untuk berkomunikasi dengan manusia dengan lebih efektif dan membuat interaksi manusia-robot lebih alami dan menyenangkan.

Apakah NLP Berbahaya?

Natural Language Processing (NLP) tidak secara langsung berbahaya, namun penerapannya dapat memunculkan risiko tertentu. Beberapa risiko yang mungkin terkait dengan NLP adalah:

  1. Bias: Model NLP yang digunakan dapat dipengaruhi oleh bias data latih yang digunakan, yang dapat menghasilkan hasil yang tidak adil atau diskriminatif.
  2. Keamanan: NLP dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi atau rahasia, atau dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau menyusup ke sistem yang aman.
  3. Efek samping: NLP dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi yang tidak diinginkan, seperti spam atau propaganda.
  4. Pemalsuan: NLP dapat digunakan untuk memalsukan teks yang seolah-olah ditulis oleh individu tertentu, yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau menipu orang lain.
  5. Penggunaan yang tidak sesuai: NLP dapat digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai, seperti melakukan pemasaran tidak etis atau mengumpulkan informasi tanpa izin.

Sebagai solusi dari permasalahan yang timbul dari NLP, kita harus mengevaluasi dan mengontrol model yang digunakan, dan memastikan bahwa data yang digunakan tidak memiliki bias. Kemudian melakukan regulasi dan standar yang sesuai untuk mencegah penyalahgunaan NLP.

Bagikan:

Ingin Berdiskusi?

Yuk bergabung di Grup Telegram Ruang Developer atau mulai diskusi melalui GitHub. See You!

comments powered by Disqus

Berlangganan Gratis

Kamu akan menerima email update dari Ruang Developer

Beri Dukungan

Beri dukungan, dapatkan full source code project web untuk bahan referensi, tiru, dan modifikasi.

Lightbox